Miss
Tidak Hadir
Pernikahan bukan tentang Aku atau Kamu. Pernikahan adalah tentang *KITA,* Aku dan Kamu.
Pernikahan adalah penyempurna separuh agama.
Di dalamnya butuh kesabaran karena masing-masing tercipta dengan fitrah yang berbeda.
Istrimu tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, berhati-hatilah meluruskannya. Jangan terburu-buru pun terlalu keras karena akan patah pada akhirnya.
Sebagai suami, kau adalah Qowwam, tidak hanya pemimpin tapi juga penanggung jawab segalanya.
Ketika ijab qobul terlontar, saat itulah \'Arsy bergetar pertanda betapa sakralnya hal ini karena perjanjianmu bukan hanya kepada istrimu maupun keluarganya tetapi kepada Rabb yang mengizinkan perjumpaan keduanya.
Pernikahan pula menjadi perjalanan panjang, butuh sesuatu yang juga amat panjang yaitu *belajar*
Sebagaimana teladan kita menyatakan _belajar dari buaian hingga liang lahat._
Maka, bahan bakar pernikahan adalah terus belajar bersama, tidak ada kesempurnaan melainkan saling menyempurnakan.
Catatlah tujuan pernikahan dan kebaikan pasangan sekecil apapun sebagai pengingat tatkala lelah itu datang.
Catat pula alasan kenapa kau memilihnya untuk dijadikan teman hidup sebagai pengingat tatkala godaan itu datang.
Catat pula berapa banyak lelaki yang ia tolak untuk lebih memilihmu.
Catat pula perjuangan yang telah kau lakukan untuk mendapatkan hatinya.
Saling tingkatkan sabar dan syukur pada keduanya baik dalam keadaan di bawah, di tengah, maupun di atas.
Tetaplah bijak manakala kau dihadapkan antara ibu dan istri. Ibumu tetap kau hormati, istrimu jelas tidak boleh kau abaikan. Bijaklah terhadap keduanya.
Tutup telingamu, cukup percaya apa yang pasanganmu katakan dengan tetap meminta petunjukNya.
Libatkan selalu Rabbmu dalam setiap kondisi karena ialah penggenggam segalanya, termasuk dirimu dan pasanganmu.
Sakinah, mawadah warohmah Faradin dan Intan🤲🏿
Turut bahagia❤️