Tak ada yang benar-benar kebetulan dalam sebuah pertemuan. Semua telah tersusun indah oleh takdir. Kisah kami bermula pada sebuah acara peringatan tsunami di Balai Arsip Statis Dan Tsunami Aceh (Arsip Nasional Republik Indonesia). Saat itu, Ayu menampilkan sebuah tarian yang menggambarkan kisah dan kekuatan masyarakat Aceh pasca tsunami, sementara Rezeky hadir sebagai anggota Kepolisian yang sedang bertugas mendampingi Kasubdit bin satpam/polsus ditbinmas Polda Aceh, AKBP H. Hamidi, S.H. Di antara keramaian dan kesibukan masing-masing, takdir diam-diam menuliskan awal dari sebuah cerita.
Waktu kemudian mempertemukan kami kembali melalui Instagram. Sapaan sederhana berubah menjadi percakapan yang hangat, lalu berlanjut melalui WhatsApp. Hari demi hari, cerita demi cerita, menghadirkan kedekatan yang tumbuh tanpa dipaksa dan rasa yang hadir tanpa direncanakan.
Siapa sangka, pertemuan singkat di hari itu menjadi awal perjalanan yang begitu indah. Dari sebuah kebetulan yang ternyata adalah rencana terbaik Tuhan, kami belajar untuk saling mengenal, memahami, dan melengkapi. Hingga akhirnya, dengan penuh syukur dan cinta, kami memutuskan untuk melangkah bersama menuju ikatan suci pernikahan.